Sunday, August 29, 2010
bicara aku yang rindu. pada apa sebenarnya, aku tidak tahu.
kamu wajib dibenci.
tapi..
ego aku belum cukup tinggi untuk lupakan kamu.
sedang hati aku belum cukup sembuh untuk maafkan kamu.
anehnya,
aku tidak pernah mampu,
untuk benar2 benci kamu..
Friday, March 27, 2009
My world has actually stopped spinning, long before.
It wasn't you. It is not, and never will it be.
I didn't know that I'm still impacted, affected, hurt.
I didn't realize that.
Yes I got over him, yes I got over his love.
But to get over the past, show me who can possibly do so.
Do I need you really closely to help, to guide, to lead, to discover & bring me into that much better world of yours?
Do I need more time just so I could fully recover?
Do I need to get involved in an accident and hope to get amnesia so that I can start fresh?
Do I need to patiently wait and passively love while fighting with fear?
Perhaps I just need to take one step at a time to walk my own self into light, where I see no more darkness. And that light, is certainly coming from your side.
I know.
Kelemahan ini melemahkan.
Tapi itulah yang aku belajar daripada yang terdahulu.
Aku risau. Jadi aku cuba letak keadilan pada titik permulaan. Setiap laku perlu adil sama aku, itu yang aku bilang. Dan bila ia tidak, dengan sendirinya aku bertukar tempat berganti situasi. "Rasalah apa yang aku rasa dalam hati..", setelah aku beri layanan yang serupa rentak dan coraknya. Memang tidak wajar, aku tahu.
Tapi itulah yang aku belajar daripada yang terdahulu.
Aku lembik. Jadi aku cuba berlagak gagah seolah aku punya jiwa yang amat kuat. Segala yang membinasakan aku dari dalam, aku tunjuk aku mampu lawan..tapi yang termampu olehku hanya melawan daripada luaran. Sedang dalam aku ini sekecil-kecil kuman. Tiada perhatian padanya. Aku sorok yang tidak nyata, aku ukir hanya yang sepatutnya. Dan pada aku yang sepatutnya itu cuma senjata bantu untuk yang hakikat. Sesuatu yang memberitahu, aku lembik.
Tapi itulah yang aku belajar daripada yang terdahulu.
Aku serik. Jadi aku cuba menangkis setiap keadaan yang punya potensi untuk menghancurkan. Fikiran ini negatif di kebanyakan kalinya. Hati ini tak henti memungkinkan segala yang bisa menjatuhkan. Lebih teruk bila aku terbawa-bawa oleh perasaan begini di sepanjang jalan cerita. Maka cerita indah itu lama-lama hilang sinarnya.
Tapi itulah yang aku belajar daripada yang terdahulu.
Aku benci. Jadi aku cuba wujudkan satu gambaran sarat dengan keterlaluan. Terlalu bahagia, terlalu cinta. Yang dalam pada itu aku bertungkus-lumus berusaha memadam kebencian pada apa yang dahulunya terpaksa aku lalui. Aku cuba rawat hati untuk dia yang takkan pernah putus asa. Aku ini punya impian untuk berhenti menangis di dalam tawa.
Akan tetapi, yang tidak mungkin itulah yang aku belajar daripada yang terdahulu.
MAAFKAN AKU..
Tuesday, February 13, 2007
You Never Know .
You never know how much your laughter fills my soul,
Making all the little problems of the day disappear..
You never know how much it means to me,
When you say something thoughtful just when I need it the most..
You never know how proud I am on the inside,
For the person you are and the things you do,
For your courage and your determination,
Your accomplishments and your dreams..
You never know how much I need you,
In the best & the worst of times and for all the times in between..
It really doesn't matter where we are,
Or what we are doing..
As long as we're together to share it all,
Forever it remains the most beautiful feeling..
Sunday, February 12, 2006
Innocence Lost ..
Coaxed to make belief
His touches were innocent,
full of love and care,
endless.
Touched...Felt...Groped...Lost...
His touches were not innocent but
full of beasty emotions and wanton lust,
inhuman.
What's left to ponder on,
Only pieces of dignity,
Collected and pieced together,
And made belief that life was beautiful,
Ignoring the fact that the heart is
aimless, full of hatred,
confused.